Insomnia Jiwa



Aku tidak ingin pergi tidur malam ini.
Tidak sebelum aku membunuh rasa sepi ini.

Jika tidak, aku akan dibunuhnya lebih dulu.
Belatinya menancap dalam di dadaku,
Dan ia bertopang dagu
Sembari menungguku mati mengelabu.

Matanya lekat pada tiap tetes darah yang menuruni alur rusukku.
Mengulum senyum, menikmati desir amis eritrosit yang tercemar rindu.
Bersenandung mengiringi semburan nyawa, membuncah deras dari hulu asmara yang segar berdenyut.
Menanti momen ketika harapku meredup layu.

Aku tidak ingin pergi tidur malam ini.
Terlebih karena aku tahu, kamu tak akan lagi kembali.

Komentar

Postingan Populer